LUCKY VIDEO

Loading...

Kamis, 20 Juni 2013

BIMBEL LUCKY

Bimbingan Belajar USM STAN. menyiapkan lulusan SMA dan sedrajat untuk meraih mimpinya melanjutkan kuliah di STAN. "Make your dream come true"

Bimbel setiap hari. Tgl 24 juni- 18 juli 2013. @pertemuan 2 jam.TRY OUT GRATIISSS.. Biaya hanya Rp.600.000. kelas intensif belajar super intensif.

Telp. 0857-4221-0993
Bimbel LUCKY: Jl. Perintis Kemerdekaan gg.Industri No.5 Panggung- Teagal.

BIMBEL LUCKY: WE COMMIT TO SUPPORT YOUR SUCCES

Kamis, 16 Februari 2012

Bimbel Lucky


Bimbel Lucky adalah Bimbingan Belajar semua mata pelajaran untuk TK, SD, SMP, dan SMA/SMK.
Bimbel Lucky menawarkan les PRIVAT dan kelas.

Program Bimbel Lucky:
1. CALISTUNG (membaca menulis dan berhitung) untuk PAUD, BATITA, TK
2. Program Intensif Kenaikan Kelas
3. Program Intensif UASBN untuk anak SD kelas 6
4. Program Intensif Ujian Nasional SMP untuk anak kelas 9 SMP
5. Program Intensif Ujian Nasional SMA untuk anak kelas 12 SMA
6. Program Intensif SNMPTN
7. Program Intensif UM STAN

FASILITAS:
- Buku Panduan Belajar
- Kelas Intensif
- Guru profesional
- Alat Peraga

HOT LINE : 085742210993

ALAMAT BIMBEL LUCKY
JL. PERINTIS KEMERDEKAAN GG. INDUSTRI NO.5 TEGAL

AYOOOOO BURUAN DAFTARRRRR!!!!

WE COMMIT TO SUPPORT YOUR SUCCES.

Senin, 05 Desember 2011

KUMON


Sistem belajar KUMON dikembangkan pertama kali oleh seorang Jepang yang bernama Toru Kumon, yang juga adalah seorang guru Matematika SMU. Awalnya, pada tahun 1954, ia diminta oleh istrinya untuk membantu pelajaran Matematika anaknya, Takeshi, yang ketika itu duduk di kelas 2 SD. Ia kemudian merancang suatu sistem agar anaknya dapat belajar secara efektif, sistematis, serta memiliki dasar-dasar Matematika yang kuat.
Yang dilakukannya adalah :
Mengacu pada sasaran "Matematika tingkat SMU" Membuat lembar kerja dengan susunan pelajaran yang meningkat secara
"step by step" Memberikan lembar kerja yang dapat diselesaikan oleh anaknya setiap hari
dalam waktu kurang dari 30 menit 
Takeshi berlatih dengan sistem belajar ini secara rutin setiap hari. Hasilnya, ia dapat menyelesaikan Persamaan Diferensial dan Kalkulus Integral setara pelajaran tingkat SMU, ketika masih duduk di kelas 6 SD. Toru Kumon kemudian berkeinginan agar anak-anak lain pun merasakan manfaat belajar seperti ini. Ia menerapkan cara ini kepada anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya. Hasilnya memuaskan, dan sistem belajar KUMON berkembang dari mulut ke mulut. Kini, KUMON tidak hanya menyebar ke seluruh Jepang saja, tetapi juga ke seluruh dunia.Keistimewaan Kumon:
Di KUMON, anak belajar dengan cara: membaca petunjuk dan contoh soal pada lembar kerja, berpikir sendiri, lalu mengerjakan soal dengan kemampuannya sendiri. Sistem belajar, bahan pelajaran, dan pembibingan KUMON dibuat sedemikian rupa agar anak dapat belajar secara mandiri.Di KUMON pelajaran yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak, bukan berdasarkan tingkatan kelas atau usia anak.Rangkaian soal-soal pada lembar kerja KUMON tersusun secara "small steps" sehingga dapat leluasa disesuaikan dengan kemampuan belajar dan kemajuan anak. Disusun sedemikian rupa agar dapat membentuk kemampuan dasar yang mantap dan memungkinkan anak mengerjakan level yang lebih tinggi dari tingkatan kelasnya dengan kemampuannya sendiri.

Memulai dari level yang tepat
akan menumbuhkan kecintaan belajar

Sangatlah penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri

Kunci bimbingan perseorangan adalah belajar pada tingkatan yang tepat. Level awal untuk setiap siswa Kumon ditentukan secara perseorangan. Siswa mulai dari level yang dapat dikerjakannya sendiri dengan mudah, tanpa kesalahan.
Sangatlah penting agar siswa menikmati pelajarannya

Hal yang paling penting dalam membantu mengembangkan kemampuan akademik siswa adalah kegembiraan dalam belajar. Karena itu titik pangkal untuk setiap individu siswa ditetapkan dengan memastikan siswa dapat mengerjakan soal dan memperoleh nilai sempurna dengan kemampuan sendiri.
Siswa menemukan kegembiraan dan kepuasan dalam mencapai sesuatu dengan kemampuannya sendiri

Ambil Program Matematika sebagai contoh. Jika seorang siswa 2 SD mengalami kesulitan mengerjakan hitungan bersusun, hal ini biasanya dikarenakan kurangnya penguasaan kemampuan berhitung di luar kepala yang biasanya telah berlangsung sejak dari tahap awal belajar penjumlahan dan pengurangan di kelas 1 SD. Dalam kasus demikian, sangatlah penting untuk mulai dari bahan yang memungkinkan anak mengerjakan soal tanpa kesalahan dengan tingkat kemampuan yang sekarang. Dengan demikian, anak tersebut akan menemukan kegembiraan dan kepuasan karena telah mencapai sesuatu dengan kemampuan sendiri.

 Maju dengan kemampuan sendiri

Anak-anak akan menemukan kegembiraan dan kepuasan bila mencapai target dengan kemampuannya sendiri

Lembar kerja Kumon didesain dengan perubahan yang small steps agar siswa dapat maju dengan lancar pada tingkat kecepatan yang sesuai baginya.
Maju dengan small steps.

Siswa sering mengalami kesulitan untuk maju dengan kemampuannya sendiri jika perbedaan antara topik bahasan terlalu besar. Karena itu, lembar kerja Kumon telah didesain dengan cermat agar berkembang dalam small steps sehingga memungkinkan siswa maju dengan lancar sambil belajar pada tingkatan yang paling tepat baginya.
Program Matematika terdiri dari 4.620 lembar kerja yang terbagi dalam 21 level.

Program Matematika terdiri dari 4.620 lembar kerja yang terbagi dalam 21 level, mulai dari level 7A sampai level O dan lima level lanjutan. Lembar kerjanya didesain sedemikian rupa sehingga siswa dapat maju dengan lancar dalam small steps. Siswa tidak akan tiba-tiba menemui soal yang tidak dikenalinya.
NEXT

Tips Mengajar yang Baik


Mengetahui bagaimana otak bekerja memberi kesempatan kepada pendidik untuk membuat lingkungan belajar yang bisa memberi tingkat keberhasilan belajar yang tinggi bagi murid. Dengan memanfaatkan prinsip pembelajaran berdasarkan cara kerja otak berikut ini, bisa meningkatkan hasil murid di kelas.

 1. Murid-murid punya gaya belajar yang berbeda

 2. 50% adalah pelajar visual (penglihatan), mereka lebih menyukai dan mengerti gambar-gambar, grafik, dan tulisan di buku dibandingkan dengan ceramah.

 3. 30% adalah pelajar kinestetik (perabaan, gerakan), mereka lebih membutuhkan aktivitas yang berdasarkan perabaan dan pergerakan.

 4. 20% adalah pelajar auditori (suara/pendengaran), mereka belajar dengan baik ketika mereka berbicara tentang apa yang mereka pelajari

 5. Otak bekerja lebih baik saat berada pada keadaan emosi yang positif. Murid harus merasa aman secara fisik dan emosi sebelum otaknya siap untuk belajar. Guru bisa membuat situasi lingkungan belajar yang positif dengan memberi dorongan dan pujian pada usaha –usaha yang dilakukan murid.

 6. Otak belajar informasi baru melalui modul-modul kecil. Penelitian tentang otak menyatakan bahwa anak-anak usia antara 5-13 tahun belajar paling baik saat mereka diberi informasi 2-4 modul. Anak-anak usia 14 ke atas bisa belajar sampai dengan 7 modul pada saat yang sama. Guru harus merencanakan batasan ini dan mengajarkan materi dalam bentuk modul-modul kecil.

 7. Otak juga bekerja menurut jadwal waktu tertentu. Anak-anak usia 5-13 tahun belajar paling baik dengan penambahan waktu 5-10 menit. Anak usia 14 tahun ke atas belajar dengan peningkatan waktu sampai dengan 10-20 menit. Kadang-kadang, guru bisa menambahkan batasan waktu ini melalui bantuan yang positif.

 8. Anak-anak belajar dengan baik jika materi baru diajari lebih dulu dan materi sebelumnya diulang saat akhir pelajaran

 9. Sangat baik bagi guru untuk mengajar pada unit-unit yang pendek (1-2 bagian pada satu waktu) dan kemudian memberi waktu aktivitas bagi murid. Murid memerlukan waktu untuk mempraktekkan keahlian yang mereka pelajari.

 10. Murid memerlukan sedikit waktu untuk mengistirahatkan otaknya terhadap tugas tertentu. Memberi waktu bebas antara satu pelajaran ke pelajaran lain bisa meningkatkan fokus murid. Sebagai contoh, memberi murid waktu untuk berdiri dan meregangkan otot, mengobrol sekitar 2 menit, dan lain-lain. Otak akan lebih siap untuk tugas dan menyimpan informasi.

 11. Membiarkan murid untuk minum air putih selama waktu belajar. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan cairan menyebabkan kadar garam yang lebih tinggi di dalam darah yang bisa meningkatkan tekanan dalam darah dan ketegangan. Kekurangan cairan juga menyebabkan berkurangnya perhatian. Idealnya murid harus minum 6-8 gelas air sehari supaya cukup cairan tubuh.

 12. Ambil kesempatan saat energi murid sedang tinggi. Ada saat-saat level energi tinggi dan rendah selama waktu sekolah. Misalnya, kebanyakan murid energinya rendah saat pagi hari (terutama pada remaja) dan lebih tinggi setelah makan siang. Tingginya level energi berhubungan dengan naiknya level perhatian. Guru harus mengambil kesempatan saat level energi sedang tinggi untuk mengajar materi yang lebih penting di saat tersebut.

 13. Menyediakan ruang pribadi yang cukup untuk murid. Lebih banyak ruang pribadi mengurangi ketegangan pelajar.

 14. Sediakan waktu saat akhir pelajaran untuk berpikir dan berdiskusi tentang topik yang dipelajari. Mengerti topik tidak harus langsung saat diajarkan, tapi bisa terjadi nanti. Memanfaatkan waktu dan pengulangan sangat penting pada lingkungan belajar.

Jumat, 02 Desember 2011

10 Cara untuk Meningkatkan Prestasi di Sekolah


10 cara penting yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan prestasi di sekolah:
1. 
Jadilah seorang pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.
Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.
2. 
Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.
3. 
Jangan malu untuk bertanya.
Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.
4. 
Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya.
Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!
5. 
Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan.
Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!
6. 
Cukup istirahat, makan dan bermain.
Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!
7. 
Banyak berlatih pelajaran yang kurang disuka.
Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.
8. 
Ikutilah kegiatan ektrakurikuler yang kamu senangi.
Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.
9. 
Cari seorang pembimbing yang baik.
Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.
10. 
Jangan suka mencontek teman.
Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.

Rabu, 30 November 2011

Sepuluh tips untuk membantu anda dalam Mengerjakan Ujian


    
1.      Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang anda butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, andas,
jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya.
Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
2.      Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
3.      Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian.
Pastikan anda mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya.
Pertahankan posisi duduk tegak.
4.     Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam,
tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masingmasing
soal.
Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit.
Ketika anda membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai
jawaban.
5.     Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang anda ketahui, kemudian dengan soal-soal
yang memiliki nilai tertinggi.
Pertanyaan terakhir yang seharusnya anda kerjakan adalah:
o Soal paling sulit,
o Yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya,
o Memiliki nilai terkecil.
6.      Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mula, abaikan jawaban yang anda ketahui salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban
ketika
tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat anda
abaikan.
Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika anda tidak mengetahui secara pasti dan ketika
hukuman
pengurangan nilai digunakan.
Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila anda
yakin akan koreksi yang anda lakukan.
7.      Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin anda
tulis.
Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak anda diskusikan dulu.
8.      Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview
esaimu.
Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil.
Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.
9.      Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah anda
menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa anda telah menyelesaikan semua
pertanyaan.
Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca.
Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal).
Bandingkan jawaban matematik anda yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
10.   Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya.
Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu.
Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah.
Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.
sumber:
Landsberger, Joe. Ten Tips for Test Taking